Lingkungan Hidup DKI minta pengusaha angkutan sampah jadi pengelola

Estimated read time 2 min read

JAKARTA (ANTARA) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meminta kontraktor pengangkut sampah komersial yang tergabung dalam (APPSARI) mengelola sampah secara mandiri, guna mengurangi permasalahan sampah.

Inilah peran strategis Asosiasi Kontraktor Pengangkutan Sampah Daerah Independen (APPSARI Jakarta) dalam menjadikan Jakarta sebagai kota global yang sampahnya dikelola secara prima, kata CEO DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, Peraturan Pemerintah 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Seluruh Daerah dan Perusahaan menegaskan bahwa pengelolaan sampah di kawasan komersial dikelola secara mandiri oleh penanggung jawab kawasan.

Oleh karena itu, kata Asep, hal tersebut tidak langsung dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dengan dana hibah APBD. Ingat, subsidi APBD ditujukan untuk pengelolaan sampah di fasilitas umum dan pemukiman masyarakat berpendapatan menengah dan rendah saja, sehingga subsidi APBD lebih tepat sasaran.

Untuk itu kata Pak Asep, kedepannya penyedia jasa pengangkutan sampah daerah mandiri diharapkan dapat berkembang menjadi jasa pengelolaan sampah agar tidak hanya terbatas pada jasa pengangkutan sampah saja.

“Pada umumnya penanggung jawab kawasan komersial memiliki kapasitas yang terbatas dalam mengelola sampah karena bukan bidang usaha utama mereka,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Nasional APPSARI Jakarta Bapak Barmen Sijaga menginformasikan bahwa: kehadiran asosiasi tersebut untuk mendukung pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengelola sampah di kawasan komersial.

Dikatakannya “agar pemerintah daerah bisa fokus pada pengelolaan sampah di tempat umum dan pemukiman masyarakat menengah ke bawah”.

Ia menambahkan, pihaknya menyewa perusahaan jasa pengangkutan sampah di Jakarta untuk memastikan pelayanan yang diberikan sejalan dengan pemerintah daerah.

Ia mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi semangat kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta.

Sebelumnya, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris mengatakan, kini DLH DKI Jakarta berupaya mengurangi pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Penurunan tersebut diperkirakan akan mencapai 28 persen pada tahun 2024.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berupaya memindahkan sampah tersebut melalui bank sampah agar tidak langsung dibuang ke TPST Bantargebang.

Selain itu, fasilitas pembuangan sampah mempunyai konsep pengurangan, penggunaan, dan daur ulang (reduce, reuse, recycle) atau TPS 3R.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours