Ada racikan Yogyakarta di Soto Kesawan Medan

Estimated read time 5 min read

Medan (Antara) – Di tengah kesibukan meliput Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024, ada yang menarik untuk berwisata mengunjungi kuliner terkenal di Kota Medan.

Mengunjungi Soto Keswan di kawasan Jalan Ahmad Yani untuk memuaskan hasrat perut pada Jumat (13/9) jam makan siang, saya diajak menghabiskan waktu bersama pemiliknya

Ternyata meski sudah populer sejak tahun 1950-an, soto ini memiliki komposisi dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebuah provinsi di Pulau Jawa.

Pemiliknya, Dewi Retno Wulan, generasi ketiga pemilik Soto Keswan saat ini mengatakan, generasi pertama atau dalam hal ini kakeknya sebenarnya berasal dari Dokter Hewan, Kowloon Progo.

“(Soto ini) khas Medan, tapi (sebenarnya) kami juga dari Jawa. Yang laki-laki dari Kaka Akal, yang perempuan dari Kulan Progo,” kata Devi saat ditemui Antara.

Rasa penasaran ini muncul saat mencicipi soto yang dipesan dengan isian campur, ayam, sapi, dan udang.

Saat saya meminum kuahnya saya bisa merasakan soto ini dan rasanya sedikit berbeda dengan soto yang saya makan di ladang.

Devi berkata: Karena di sini ada yang manis-manis, maka di sini (ladang) ada orang yang suka manisan.

Soto Kesavan Medan, sajian khas Medan era 1950-an yang coba diliput jurnalis dalam agenda empat tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Kuliner ini terletak di Jalan Ahmad Yani, Keswan, Maidan. , Sumatera Utara. (Inter/Nol Iza Siachenyar)

Wanita kelahiran ladang ini kemudian melanjutkan bercerita mengapa kakek dan neneknya menjualnya ke kota bernama Milieu Delhi. “Nina berjualan di sini dan mendengarkan cerita karena dia merantau.”

Saat berimigrasi, katanya kakeknya tidak sendirian karena dia bersama teman-temannya. Dan ketika saya sedang mencari tempat untuk berjualan, saya menemukan sebuah tempat yang sekarang banyak dikenal orang dengan nama Soto Keswan.

“Pasti banyak sekali, masing-masing mencari tempat untuk berjualan. Akhirnya nenek saya menemukannya di sini, lalu ayah saya, lalu saya,” jelas Davey. Dewey menjelaskan.

Mengenai asal usul nama Keswan, Davy mengatakan nama tersebut berasal dari nama jalan tempat Da Soto berada di sepanjang Jalan Keswan.

Ia pun mengakui, nama Keswan diberikan bukan oleh keluarganya, melainkan oleh penontonnya.

Akhirnya dia berkata: “Nama jalan ini Kesavan, kami tidak memberi nama ini, itu diberikan oleh pelanggan. Sekarang namanya Jalan Ahmed Yani, tapi kecamatannya masih Keswan.”

Nikmati dalam semangkuk Soto Singkong

Nikmati dalam semangkuk Soto Singkong

Soto Kesavan Medan, sajian khas Medan era 1950-an yang coba diliput jurnalis dalam agenda empat tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Kuliner ini terletak di Jalan Ahmad Yani, Keswan, Medan, Sumatera Utara. (Inter/Nol Iza Siachenyar)

Soto ini memiliki tiga pilihan isian, ayam, sapi, dan udang. Karena ingin mencoba semua isiannya, saya memilih campuran ayam, sapi, dan udang.

Untuk porsinya, Anda akan mendapat semangkuk soto dengan nasi yang terpisah, lalu disajikan di piring kecil dengan kuah sambal hijau. Penjualnya juga menawarkan tiga tusuk sate kerang di atas meja jika Anda tertarik mencobanya.

Dalam piring casserole, isi dengan isian pilihan Anda, lalu taburi dengan tomat cincang dan sedikit daun bawang.

Satu bagian sudah cukup. Potongan burung dan burung berukuran besar. Pilihan daging sapinya juga lengkap, mulai dari paru-paru, babat, hati, dan usus.

Sausnya berwarna coklat dan pedas. Santan yang digunakan pada kecapnya sedikit, sehingga teksturnya tidak terlalu kental dan tetap ringan saat disantap.

Karena penuh bumbu, rasa pertamanya sangat nikmat. Perpaduan rasa asin dan manis terasa nikmat di lidah.

Karena Anda memilih udang untuk isiannya, kuahnya memiliki rasa udang ekstra khas yang menambah keunikan kuah bersih ini.

Saus sambal juga umumnya berbeda dengan kecap. Rasa sambal pada semur ini pedas dan asin, mirip dengan sambal hijau pada puding masakan rumahan.

Rasa semur kerang sangat pedas dan rasa pedas itu penting. Struktur kerucutnya kenyal. Bumbu yang digunakan pada kelapa bakarnya membuat rasa kerang semakin nikmat dan pastinya tidak amis.

Dewey mengatakan, peluncuran PON 2024 juga menarik perhatian tim peserta untuk menjajal keterampilan memasak tradisional.

Ia mengatakan, tim kuda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) sempat singgah di sana beberapa hari lalu.

“Kemarin pebalap NTB datang ke sini, ada dua meja,” kata Davey.

Ia berharap dengan PON 2024, usahanya semakin berkah dan dikenal se-Indonesia.

Soto Kesavan Medan, sajian khas Medan era 1950-an yang coba diliput jurnalis dalam agenda empat tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Kuliner ini terletak di Jalan Ahmad Yani, Keswan, Maidan. , Sumatera Utara. (Inter/Nol Iza Siachenyar)

Menu, harga, alamat dan jam buka

Seporsi Soto Kasawan yang sudah termasuk nasi dibanderol dengan harga Rp 28.000 untuk daging ayam, Rp 30.000 untuk daging sapi, dan Rp 32.000 untuk udang.

Jika ingin campur ayam dan sapi akan dikenakan harga dasar lebih tinggi yaitu Rp 30.000. Begitu pula jika dicampur dengan udang, harganya dipatok Rp 32.000.

“Pada dasarnya campur aduk, harga tertinggi yang dibayar. Ibarat beras,” kata Davey.

Bagi pecinta kuliner, Soto Keswan menawarkan beragam kerupuk, telur asin, dan pengawet karang. Pilihan minumannya antara lain sarsaparilla, aneka jus, kopi dengan susu, es teh manis atau panas, dan teh dingin atau panas.

Restoran ini juga menawarkan roti anggur jika Anda ingin memakannya.

Soto Kesavan rekomendasi tempatnya kalau mau makan disini. Ruangan ini memiliki beberapa meja berbentuk bulat dan persegi dengan empat kursi memanjang ke belakang yang dapat digunakan untuk makan. Tempat ini sangat ramai bila Anda kunjungi saat jam makan siang.

Alamat Soto Keswan adalah Jalan Ahmad yaitu Keswan. Karena letaknya yang berada di pusat kota dan di sepanjang jalan utama, maka akan sangat mudah untuk menemukan kuliner terkenal ini. Da Soto juga memiliki dua cabang lainnya di Jalan Surabaya dan Jalan Merk.

Soto Kasawan bisa Anda nikmati setiap hari pada jam buka 08.00-14.30 WIB.

Soto Kesavan Medan, sajian khas Medan era 1950-an yang coba diliput jurnalis dalam agenda empat tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Kuliner ini terletak di Jalan Ahmad Yani, Keswan, Maidan. , Sumatera Utara. (Inter/Nol Iza Siachenyar)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours