Houthi: Seluruh Pangkalan AS di Kawasan Ini Sekarang dalam Jangkauan Rudal Kami

Estimated read time 2 min read

SANAA – Kelompok Houthi di Yaman memperingatkan bahwa seluruh pangkalan Amerika (AS) di Timur Tengah berada dalam jangkauan peluncuran rudalnya.

Mayor Jenderal Bakil Saleh Al-Wahbi, komandan Brigade Al-Wahbi yang berafiliasi dengan Houthi, membenarkan bahwa pasukan Houthi – yang menyatakan diri mereka sebagai angkatan bersenjata resmi Yaman – melancarkan serangan yang tidak terduga dan menyakitkan terhadap militer AS. Kapal induk USS Dwight D Eisenhower

“Pangkalan AS di wilayah ini dan kapal angkatan lautnya berada dalam jangkauan rudal kami, atas karunia Tuhan,” ujarnya, Selasa (11/6/2024), seperti dikutip Middle East Monitor.

Dalam pernyataannya kepada Kantor Pers Yaman, Jenderal Al-Wabi menjelaskan bahwa Yaman mengalami pertumbuhan pesat dalam produksi senjata mematikan.

Dia menunjukkan bahwa roket dan drone yang tiba di pelabuhan Haifa di Mediterania Israel baru-baru ini ternyata adalah rudal “Palestina” buatan dalam negeri.

Al-Wahbi mengatakan tujuan pasukan Yaman adalah mengembangkan rudal balistik antarbenua yang dapat menjangkau wilayah AS.

Dia mengatakan Pentagon, yang berjarak lebih dari 13.000 kilometer dari Sana’a, harus mewaspadai ambisi Yaman.

Pemberontak Houthi mengatakan mereka menargetkan kapal perusak Inggris di Laut Merah dan dua kapal lainnya di Laut Arab.

Juru bicara militer Houthi Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan pasukannya menyerang kapal perusak Inggris. HMS Berlian; Laut Merah dilengkapi dengan rudal balistik. Hal itu ia sampaikan sebagai respons atas serangan Israel terhadap kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah.

Dalam “eskalasi keempat” untuk mendukung Gaza, pasukan Houthi menggunakan beberapa drone untuk menargetkan Laut Merah dua kali dalam 24 jam, dan tindakan ini merupakan respons langsung Sanaa terhadap kejahatan perang Israel di Gaza dan AS-Inggris. Provokasi di Yaman.

Kelompok ini menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung rakyat Palestina yang tertindas dan menanggapi provokasi AS-Inggris.

Mereka menegaskan, operasi ini akan terus berlanjut hingga agresi Israel berhenti dan pengepungan Gaza dicabut.

Kata pemimpin Houthi Abdul-Malik Al-Houthi. “Merupakan suatu kehormatan untuk menghadapi Amerika.”

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours