Kepolisian fokus patroli malam untuk cegah tawuran hingga KDRT di DKI

Estimated read time 2 min read

Jakarta (ANTARA) – Polisi menargetkan patroli malam hingga dini hari di seantero DKI Jakarta untuk mencegah tawuran dan kejahatan jalanan bahkan penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Setiap malam kami patroli dengan tiga pilar untuk mencegah kejahatan jalanan, mencegah perkelahian bahkan menangani kasus KDRT,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Pol Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Sabtu.

Terkait pertengkaran yang biasa melibatkan generasi muda, Susatyo berpesan agar para orang tua lebih memperhatikan anak-anak di lingkungannya, agar tidak terlibat dalam pergaulan buruk yang pada akhirnya dapat menghancurkan kehidupannya di masa depan.

Polres Metro Jakarta Pusat bersama TNI, Polri, dan Satpol PP juga aktif menggelar kegiatan Jumat Curhat Plus, seperti yang baru-baru ini dilakukan di Poskamling RW 011 Jalan Baladewa, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, yang rencananya akan dilakukan. memenuhi kebutuhan keselamatan warga.

Susatyo berpesan kepada para orang tua agar tidak membiarkan diri terlalu sibuk sehingga membuat anak kehilangan fokus dan salah memilih teman atau pergaulan. Menurut Susatyo, Polda Metro Jaya dan Polsek menangkap beberapa pemuda yang terlibat tawuran, bahkan ada yang ditangkap membawa senjata tajam sehingga harus menjalani prosedur hukum. “Mari kita sering-sering mengingatkan anak-anak kita untuk tidak berkelahi atau menggunakan narkoba,” kata Susatyo.

Selain itu, Susatyo mengimbau masyarakat lebih berhati-hati untuk menghindari penyebaran berita bohong dan memahami isi berita secara selektif. Jika ada konten kekerasan atau seksual, harap segera dihapus dan diblokir karena dapat merugikan pikiran generasi baru.

“Terus ingatkan anak-anak kita, jika perlu, untuk rutin mengecek ponselnya agar tidak terjebak dalam berita bohong yang sering muncul di media sosial,” kata Susatyo.

Lebih lanjut, Susatyo mengatakan, kekerasan dalam rumah tangga masih terjadi di masyarakat DKI Jakarta. Jika Anda menemukan seorang perempuan atau anak yang dianiaya oleh suami (ayahnya), Anda dapat segera berkonsultasi dan melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk penuntutan hukum dan menghentikan pelakunya.

“Sayangi anak-anak kita, jangan sampai mereka dipukuli, nanti mereka trauma sampai besar nanti karena perlakuan orang tuanya di masa lalu,” kata Susatyo. Baca Juga: Polisi Patroli Cegah Kejahatan Jalanan di Jakut Baca Juga: Polisi Tangkap Pria yang Lukai Tetangganya dengan Pedang Baca juga: Polisi Gencarkan Patroli dengan Masuk Gang untuk Cari Kejahatan

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours