KKP: Menurunnya kapal asing yang ditangkap bukti kepatuhan meningkat

Estimated read time 2 min read

Jakarta (Antara) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai pengurangan jumlah kapal ikan asing (KIA) yang masuk ke perairan Indonesia akan meningkatkan kepatuhan di sektor perikanan laut. “Tujuan KKP Direktorat Jenderal Pengendalian Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bukan untuk menangkap lebih banyak orang. Menurunnya jumlah penangkapan membuat pelaku komersial atau unsur pidana menjadi lebih tertib,” kata KKP PSDKP Pung Nugroho Saksono di Jakarta pada hari Sabtu, menambahkan bahwa petugas perikanan mengetahui kehadiran tersebut. “

Berdasarkan data KKP, pada tahun 2021 terdapat 53 kapal Tentara Pembebasan Kachin yang ditangkap, 18 kapal pada tahun 2022, dan 10 kapal pada tahun 2023. Jumlah kapal yang ditangkap mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Sementara itu, pihaknya telah mendaftarkan 13 dari 571 kapal ikan asing yang disita WPPNRI di Selat Malaka hingga Juni 2024.

Ke depan, pihaknya akan mengintensifkan operasi pengawasan melalui berbagai metode pengawasan, antara lain penggunaan teknologi yang dipasang di pusat kendali dan penggunaan satelit yang terhubung dengan armada mata-mata KKP untuk penculikan selanjutnya. Selain itu, pengendalian akan terus diperkuat di wilayah yang tingginya illegal fishing, seperti Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi Utara, Selat Malaka, Laut Arafru, dan Laut Jawa. Kerja sama dengan Kementerian/Lembaga lain akan terus dilakukan dengan TNI Angkatan Laut, Polri, Bakamla dan negara lain (yaitu Malaysia dan Australia). Baca Juga: Kapal Buronan KKP Runzheng 05 Masih di Papua Nugini Baca Juga: KKP Tangkap Kapal Ikan Asing WPPNRI 718 Laut Arafura Baca Juga: Direktorat PSDKP Tangkap Dua Kapal Nelayan Vietnam di Laut Natuna-Kepli

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours