Memeriahkan semangat stepa di World Nomad Games

Estimated read time 4 min read

Jakarta (ANTARA) – Pelestarian warisan budaya sangat penting karena membentuk jati diri suatu bangsa dan menentukan masa depannya.

Negara-negara di dunia telah melindungi situs bersejarah, melindungi bahasa, dan melestarikan situs alam.

Di Asia Tengah, perlindungan warisan budaya sama pentingnya mengingat kekayaan dan keragaman sejarah kawasan ini sejak milenium ke-3 SM.

Saat matahari musim panas mulai terbenam dan angin musim gugur bertiup melintasi stepa Kazakh, Astana akan menjadi hidup dengan semangat nenek moyang nomaden kita saat kita menjadi tuan rumah World Nomadic Games ke-5 pada tanggal 8-13 September 2024.

Acara ini akan mengubah ibu kota kita yang dinamis menjadi arena budaya, kompetisi, dan persahabatan yang ramai. Saya sangat senang menyampaikan undangan tulus saya ke Indonesia untuk bergabung bersama kami dalam merayakan peristiwa besar ini.

Bagi kami, Nomadic Games sama pentingnya dengan Olimpiade bagi dunia. Mereka adalah bukti ketangguhan, kecerdikan dan tradisi budaya nomaden. Ini adalah kesempatan bagi dunia untuk mempelajari dan merayakan budaya dan sejarah masyarakat nomaden.

Mereka menawarkan jendela unik ke dalam warisan yang telah membentuk identitas kita dan terus mempengaruhi cara kita hidup.

World Nomadic Games V di Kazakhstan yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014 akan dihadiri lebih dari 2.500 peserta dari sekitar 100 negara.

Sebagai negara yang berpengalaman menjadi tuan rumah acara-acara besar dunia, Kazakhstan berharap dapat menampung lebih dari 100,000 wisatawan domestik dan asing yang akan merayakan budaya kita dan membina persahabatan internasional.

Aspek penting dari Permainan Nomaden Dunia adalah pelestarian olahraga kuno dan adat istiadat budaya. Budaya masyarakat nomaden saat ini belum begitu populer di dunia. Nomadic Games ini akan mengubahnya dengan memungkinkan pengunjung menyaksikan olahraga langka dan terlibat dalam tradisi kami.

Sebanyak 21 cabang olahraga akan dipertandingkan di Astana, antara lain pacuan kuda, permainan intelektual tradisional, kompetisi pencak silat, berburu burung nasional, dan permainan rakyat lainnya.

Olahraga ini, yang merupakan warisan masa lalu, masih menarik orang-orang dari belahan dunia tersebut hingga saat ini. Hal inilah yang nantinya akan menarik wisatawan untuk menyaksikan World Nomadic Games.

Salah satu acara yang paling dinantikan adalah kokpar, olahraga seru dan dinamis, mirip polo, namun bernuansa nomaden. Tim berkuda bersaing untuk menguasai bangkai kambing, menampilkan keterampilan, kekuatan, dan strategi yang luar biasa.

Olahraga ini, bersama dengan banyak olahraga lain yang muncul dalam Nomadic Games, menyoroti peran sentral kuda dalam budaya kita. Mereka adalah teman yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk migrasi, peperangan, perburuan, dan perdagangan.

Orang Kazakh mendapat kehormatan khusus menjadi orang pertama yang memelihara kuda sekitar 5.500 tahun yang lalu di wilayah yang sekarang menjadi Kazakhstan modern. Faktanya, kuda dianggap sebagai salah satu dari tujuh harta suci masyarakat Kazakh.

Hubungan jangka panjang antara orang Kazakh dan kuda mereka akan dihidupkan dengan jelas melalui acara berkuda di Nomadic Games.

Selain sabung ayam, penonton juga akan disuguhi berbagai olah raga tradisional seperti panahan, gulat, dan berburu elang. Setiap olahraga memiliki makna sejarahnya masing-masing dan menampilkan berbagai keterampilan yang diasah oleh nenek moyang kita untuk bertahan hidup di lanskap Asia Tengah yang luas dan menantang.

Selain itu, acara budaya akan diadakan setiap hari di “Ethnoaul” yang unik, di mana masa lalu akan bertemu masa kini dalam tampilan tradisi yang harmonis.

Di sini, pengunjung akan dapat mengagumi pameran kerajinan Kazakh terbesar, di mana para pengrajin akan memamerkan karya mereka dan berbagi rahasia kerajinan mereka melalui kelas master yang menarik.

Salah satu yang menarik dari program budaya ini adalah aitys, kompetisi musik tradisional akyn (penyair dan penyanyi folk Kazakh).

Duel puitis ini, di mana aitiskeri (peserta aiti) terkemuka dan pemula menampilkan kecerdasan dan keterampilan liris mereka, adalah tradisi tercinta yang terus memikat penonton dengan perpaduan kreativitas dan semangat kompetitif.

Selama ini, para pecinta fashion akan disuguhi festival fashion etnik, dimana catwalk dihiasi dengan contoh kostum etnik.

Festival Masakan Nasional menjanjikan pesta yang memanjakan indra, menawarkan kelas master di mana pengunjung dapat belajar menyiapkan hidangan dan minuman tradisional Kazakh, merasakan secara langsung keramahtamahan dan kehangatan masyarakat Kazakh yang terkenal.

World Nomad Games pada bulan September menjanjikan pengalaman tak terlupakan, memadukan keseruan kompetisi dengan warisan budaya yang kaya. Acara ini memberikan kesempatan untuk mempererat ikatan budaya antar bangsa.

Sebagai negara yang menjadi rumah bagi lebih dari 100 kelompok etnis dan menjunjung tinggi keharmonisan antaretnis, kami berharap dapat menyambut orang-orang dari seluruh dunia ke Astana, tempat tinggalnya semangat nomaden.

Ayo rayakan sejarah, budaya, dan olahraga dan jadilah bagian dari acara yang menghormati warisan bersama kita sebagai masyarakat!

* Serzhan Abdykarimov adalah Duta Besar Republik Kazakhstan untuk Republik Indonesia

*Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan atau posisi resmi kantor berita ANTARA.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours