Mendorong Lingkungan Hijau Jadi Tantangan Masyarakat Perkotaan

Estimated read time 3 min read

JAKARTA – Dengan meningkatnya urbanisasi dan pertumbuhan penduduk, kota-kota besar di Indonesia menghadapi beberapa tantangan lingkungan hidup yang besar. Di tengah krisis lingkungan hidup ini, muncullah konsep bangunan hijau sebagai salah satu alternatif yang dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut.

Menerapkan konsep konstruksi berkelanjutan di Indonesia tidaklah mudah. Banyak pemangku kepentingan yang masih menganggap konsep pembangunan ini mahal dan sulit. Pendidikan dan advokasi adalah kunci untuk mengubah sikap ini.

Penting untuk menunjukkan bahwa bangunan ramah lingkungan dapat memberikan manfaat nyata tanpa mengorbankan kualitas dan kenyamanan. Oleh karena itu, Ecobuild hadir sebagai jawaban untuk mendorong dan menerapkan konstruksi berkelanjutan di Indonesia.

Wiza Hidayat, selaku CEO Ecobuild, berbagi cerita tentang perjalanannya. Semua bermula dari kekhawatiran terhadap kota Jakarta tempat ia tinggal.

Penuh polusi, lalu lintas, dan kualitas udara buruk. Hidung saya sangat sensitif sehingga sering merasa tidak nyaman saat menikmati pelayanan publik di Jakarta, kata Wiza Hidayat, Jumat (7/6/2024).

Saat bekerja di industri arsitektur dan konstruksi, Wiza melihat adanya kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam arsitektur dan konstruksi.

Dengan latar belakang dan permasalahan yang dialaminya, Wiza mendirikan Ecobuild bersama dua rekannya yang visioner, Yadi Krisnadi dan Taufik Hendra.

“Kami mempunyai visi yang sama untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan melalui green building. Visi kami adalah menciptakan bangunan yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga hemat secara ekonomi dan nyaman bagi penghuninya,” jelas Wiza.

Motivasi utamanya berasal dari keyakinan bahwa industri konstruksi memegang peranan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia melihat banyak proyek konstruksi yang tidak mempertimbangkan isu lingkungan dan berkontribusi terhadap perubahan iklim.

“Saya ingin menunjukkan bahwa kita dapat membangun dengan lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas dan kenyamanan. Melalui perusahaan ini, kami ikut serta memberikan kontribusi nyata dalam mendorong praktik pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan dunia,” jelasnya.

Sejak didirikan pada tahun 2023, Ecobuild telah mengerjakan lebih dari 50 proyek konstruksi berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia. Dewan Bangunan Hijau Indonesia bahkan menggunakan beberapa proyek sebagai proyek percontohan untuk menguji alat pemeringkatan baru.

Pada Desember 2023, kata Wiza, asosiasinya berhasil meraih penghargaan “Best Green Building Sustainable Leadership Consultant” dari Green Building Council Indonesia pada Greenship Awards 2023. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen Ecobuild dalam mendorong praktik bangunan ramah lingkungan.

“Salah satu proyek terpenting yang dilaksanakan oleh Ecobuild adalah pembangunan gedung Otoritas Kepulauan Kepulauan (OIKN). Proyek ini menggabungkan beberapa aspek konstruksi hijau termasuk penggunaan energi terbarukan, sistem pengelolaan air yang efisien dan penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan. . ,” dia berkata.

Ke depannya, Wiza bermaksud menjadikan Ecobuild sebagai pemimpin dalam konsultasi konstruksi berkelanjutan di Asia Tenggara. Ecobuild juga berencana mengembangkan layanan baru yang dapat membantu lebih banyak perusahaan dan individu mengadopsi praktik ramah lingkungan.

“Green building bukan sekedar iseng belaka, namun merupakan kebutuhan mendesak menuju tujuan Indonesia mencapai nihil emisi pada tahun 2060,” tutup Wiza.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours