Tanzania luncurkan kereta listrik pertama di Afrika Timur

Estimated read time 2 min read

ISTANBUL (Antara) – Tanzania pada Sabtu meluncurkan kereta listrik pertamanya yang mengangkut 1.400 penumpang dalam perjalanan super cepat sejauh 300 km dari kota pesisir Dar es Salaam ke kota barat Morogoro.

Albawaba News melaporkan bahwa jalur kereta api ini dipuji sebagai jalur kereta listrik standar pertama di Afrika Timur dan dilengkapi dengan sistem kelistrikan dan persinyalan modern.

Dengan dinding kaca berwarna biru pucat, stasiun kereta api standar di Dar es Salaam, pusat komersial Tanzania, lebih terlihat seperti bandara mewah daripada stasiun kereta api.

Di dalam, eskalator mengangkut penumpang dengan rapi ke berbagai lantai, menawarkan pemandangan luas stasiun yang ramai di bawahnya.

Dirancang dengan cermat untuk kenyamanan penumpang, keajaiban arsitektur ini memiliki kantor tiket modern dan ruang tunggu mewah dengan port pengisian daya dan fasilitas lainnya.

Stasiun ini melayani Kereta Api Pengukur Standar (SGR) listrik yang dibangun oleh perusahaan Turki Yapi Merkezi, menandai langkah maju yang besar bagi infrastruktur transportasi negara Afrika Timur tersebut.

Proyek kereta api senilai sekitar 2 miliar dolar AS (Rp 32,8 triliun) dipandang sebagai peningkatan konektivitas domestik, perdagangan, dan peluang ekonomi dengan negara-negara pesisir tetangga seperti Uganda dan Rwanda.

General Manager Tanzania Railways Corporation Masanza Kadogosa menekankan pentingnya proyek ini dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan efisiensi transportasi di Tanzania dan Afrika Timur.

Ia mengklaim perjalanan pertama dengan 1.400 penumpang tanpa biaya hanya akan memakan waktu 2 jam antara kedua kota tersebut.

Sementara itu, manajer proyek Yapi Merkezi M. Firat Ayzen menyoroti dampak transformatif dari jalur kereta api yang baru dibuka dan menggambarkannya sebagai langkah pertama menuju revolusi transportasi yang lebih luas di wilayah tersebut.

Perusahaan Turki Yapi Merkezi, yang bertanggung jawab atas empat dari lima bagian proyek pembangunan kereta api sepanjang 1.000 kilometer di Tanzania, telah menyelesaikan bagian pertama, sementara rencana untuk bagian kedua hampir selesai.

Semua rute SGR berangkat dari Dar es Salaam ke Mwanza, kota pelabuhan di tepi Danau Victoria, dan Kigoma, sebuah kota di tepi timur laut Danau Tanganyika, dekat perbatasan Burundi dan Republik Demokratik Kongo.

Rute ini mencakup sekitar 1.300 kilometer (sekitar 810 mil).

Saat ini, ruas Dar es Salaam hingga Dodoma yang telah selesai dibangun sepanjang 460 kilometer akan dibuka resmi pada 1 Juli mendatang.

Sumber: Anadolu

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours